Visi, Misi & Tujuan

GKI Peterongan Semarang

VISI

Menjadi Jemaat yang Harmonis dan Dinamis

Penjelasan Visi

1. Harmonis : 
Harmonis berarti adanya keselarasan atau keserasian. Harmonis tidak berarti penyeragaman.

• Kita tetap harus menghargai dan memberi ruang bagi perbedaan, namun tidak jatuh pada sikap pembedaan atau diskriminasi. Membangun keharmonisan berarti mengasah kesehatian dan kesepikiran untuk dapat berjalan bersama serta kesediaan mengolaborasikan setiap potensi yang ada untuk menjadi kekuatan bersama. Maka dengan semakin banyaknya perbedaan mestinya menjadi kekayaan besar yang dapat dioptimalkan untuk melakukan karya dengan nilai kuantitatif dan kualitatif yang besar. Keharmonisan ini dibangun atas dasar kasih Kristus dan dalam kesadaran bahwa kita dipanggil untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah di dunia. Sebagaimana yang diungkapkan Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:4-7 demikian, “Ada berbagai karunia, tetapi satu Roh. Ada berbagai pelayanan, tetapi satu Tuhan. Ada pula berbagai kegiatan, tetapi Allah yang sama juga yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” Paulus pun menasihatkan dalam 1 Korintus 16:14, “Lakukanlah segala pekerjaanmu dalam kasih!”

2. Dinamis
Dinamis berasal dari kata Dunamis (Yunani) berarti Kekuatan, potensi, kemampuan.

Kekuatan yang dimaksud bukan berdasarkan kemampuan manusia, namun berasal dari kuasa Allah. Kuasa dari Allah itulah yang memampukan manusia berkarya melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah di dunia ini, bahkan untuk hal yang terasa sulit menurut logika manusia. Gereja yang telah diberi kuasa oleh Allah mesti dengan sengaja dan tekun melakukan pelayanan bagi dunia ini sesuai dengan tugas panggilannya. Sebagaimana yang tertuang dalam firman Tuhan, Kisah Para Rasul 1:8 demikian, “Tetapi kamu akan menerima kuasa (dunamis), kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Dan dalam Efesus 3:20-21 mengatakan “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa (dunamis) yang bekerja di dalam kita, bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.” Karena kuasa tersebut berasal dari Allah, maka segala keberhasilan yang bisa kita capai dalam pelayanan harus ditujukan untuk kemuliaan Allah; tidak boleh untuk kebanggaan manusia.

Membangun hospitalitas

1. Membangun hospitalitas dalam kehidupan berjemaat melalui keteladanan pengerja, penatua, aktivis, dan karyawan gereja.

Tujuan atau Sasaran (3):
01

Membangun hospitalitas melalui keteladanan pengerja, penatua, aktivis, dan karyawan gereja.

Menanamkan prinsip dasar hospitalitas dimulai dari lingkup kecil yang semakin meluas melalui berbagai pelatihan, seminar, sesi workshop, dll
Mengajak untuk mewujudkan hospitalitas dalam kehidupan sehari-hari maupun pelayanan.
02

Mewujudkan keramahtamahan yang dapat dirasakan oleh umat

Memastikan agar semua umat, termasuk anggota baru dan tamu, disambut dengan ramah oleh pengerja, penatua, aktivis & karyawan gereja.
03

Membangkitkan Keterlibatan Umat

Mengajak umat aktif berpartisipasi dalam kegiatan gereja, seperti kebaktian, kelompok kecil, atau pelayanan.
Membangkitkan kepedulian untuk saling membantu dan mendukung, baik dalam pelayanan maupun pergumulan pribadi.

Membangun komunitas yang memiliki motivasi dan semangat yang benar dalam melayani Tuhan.

2. Membangun komunitas yang memiliki motivasi dan semangat yang benar dalam melayani Tuhan.

Tujuan atau Sasaran (2):
01

Menanamkan Dasar yang benar dalam pelayanan

Memberikan pembinaan yang berkelanjutan mengenai dasar pelayanan
Membangkitkan sikap rendah hati dan tulus dalam pelayanan
02

Menginspirasi agar dasar pelayanan yang benar diikuti dengan perubahan hidup sehari-hari dan pelayanan

Komitmen menggunakan talenta untuk kemuliaan Tuhan
Inisiatif dalam melayani dan memberi dukungan pelayanan
Kesediaan untuk berkorban

Mengembangkan spiritualitas umat agar memiliki iman dan pengetahuan yang benar akan Firman Tuhan.

3. Mengembangkan spiritualitas umat agar memiliki iman dan pengetahuan yang benar akan Firman Tuhan.

Tujuan atau Sasaran (4):
01

Memahami doktrin yang benar dan tidak terpengaruh dengan berbagai ajaran yang menyesatkan.

Melakukan kegiatan terkait Pemahaman Alkitab
Memberikan materi-materi pembinaan yang terkait pengajaran
02

Mampu Mengelola Berkat Tuhan dengan Bijaksana

Memasukkan tema-tema ibadah dan persekutuan terkait tanggung jawab mengelola talenta dan kedisiplinan dalam mengelola keuangan
03

Memiliki kasih yang benar dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Memasukkan tema-tema ibadah dan persekutuan terkait pemahaman dan aplikasi kasih yang sesuai firman Tuhan
04

Menghadapi Tantangan Hidup dengan Iman dan Keteguhan

Memasukkan tema-tema ibadah dan persekutuan terkait membangun iman yang benar dalam menghadapi tantangan kehidupan

Membangun sikap inklusivitas umat.

4. Membangun sikap inklusivitas umat sehingga dapat saling menerima, menghargai, memberi kesempatan, mendukung dengan berlandaskan kasih Kristus.

Tujuan atau Sasaran (3):
01

Tidak ada diskriminasi berdasarkan latar belakang sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, kondisi fisik, kondisi mental, keyakinan pribadi.

Memberikan pemahaman inklusivitas kepada umat melalui kebaktian, seminar, pelatihan, dsb
02

Memberi akses yang dapat menolong penyandang disabilitas bisa beribadah, mengikuti berbagai kegiatan gereja, dan terlibat pelayanan.

Membangkitkan kesadaran umat untuk melayani sebagai JBI
Melibatkan penyandang disabilitas dalam pelayanan
03

Memberi perhatian kepada umat yang lemah dan sulit/tidak bisa pergi ke gereja.

Mengunjungi umat yang mengalami kelemahan untuk didoakan dan diberi dukungan
Mengadakan kegiatan yang masih memungkinkan untuk diikuti umat dengan berbagai keterbatasannya

Mewujudkan sarana prasarana yang aksesibel.

5. Melengkapi sarana prasarana agar menjadi gereja yang makin aksesibel bagi semua orang dengan berbagai kondisi.

Tujuan atau Sasaran (1):
01

Mewujudkan sarana prasarana yang aksesibel bagi umat.

Pemanfaatan Teknologi
Menyediakan Fasilitas yang Ramah & Aksesibel
Petunjuk Arah yang Jelas
Lingkungan yang Aman dan Nyaman
Area parkir untuk penyandang disabilitas
Ruang Serbaguna yang Ramah untuk Semua

Mewujudkan umat yang berdaya.

6. Mengembangkan wawasan dan kemampuan umat agar dapat berdaya dalam menjalani hidupnya sehari-hari.

Tujuan atau Sasaran (5):
01

Mengintegrasikan nilai-nilai iman dan moral dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam studi, kerja, hidup berkeluarga dan bermasyarakat.

Melalui pembinaan rohani dan pengembangan keterampilan hidup (life skills) dalam kelompok kecil
02

Meningkatkan kemandirian umat dalam hal ekonomi.

Mengembangkan program pemberdayaan seperti pelatihan keterampilan usaha dan pemasaran
Memberikan bantuan pinjaman modal atau alat
03

Menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan pemberdayaan umat secara berkelanjutan.

Pendampingan dan mentoring
04

Meningkatkan kemampuan literasi umat agar wawasan dapat terus berkembang dan terhindar dari jerat berbagai masalah.

Melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan minat serta kemampuan baca dan tulis umat
Memberikan kursus dan penyediaan fasilitas yang mendukung pertumbuhan literasi umat
05

Menolong umat agar dapat menyelesaikan masalah yang terkait hukum.

Memberikan konsultasi terkait hukum

Menyatakan kepedulian melalui bantuan karitatif.

7. Menyatakan kepedulian bagi umat dan masyarakat melalui bantuan karitatif yang dapat dipertanggungjawabkan.

Tujuan atau Sasaran (5):
01

Memastikan bahwa bantuan karitatif diberikan kepada pihak yang betul-betul membutuhkan dan tidak bertujuan untuk menimbulkan ketergantungan.

Bersikap selektif dan melakukan pendekatan personal kepada penerima bantuan
02

Mengelola sumber daya dengan transparan dan akuntabel untuk memastikan bahwa bantuan tepat sasaran.

Pendanaan dan pengelolaan yang transparan
03

Mendorong partisipasi umat dalam kegiatan sosial dan karitatif sebagai bentuk pelayanan dan tanggung jawab iman.

Pemberdayaan umat sebagai donatur (barang, dana, waktu & tenaga)
04

Membangun kemitraan dengan lembaga atau organisasi lain untuk memperluas jangkauan dan efektivitas bantuan karitatif.

Kerja sama dengan komunitas, lembaga sosial, pemerintah, kampus, perusahaan, dsb
05

Memberikan bantuan dasar (makanan, pakaian, tempat tinggal, uang, dll) kepada mereka yang membutuhkan secara tepat sasaran.

Pengadaan bantuan sosial rutin
Respons cepat terhadap korban bencana alam

Mewujudkan Pelayanan Misi

8. Melakukan pelayanan misi di Jawa maupun luar Jawa untuk memelihara iman masyarakat yang termarginal serta mempersaksikan kasih Kristus kepada banyak orang.

Tujuan atau Sasaran (4):
01

Menyelenggarakan kegiatan rohani yang relevan dengan konteks masyarakat setempat untuk memperkenalkan kasih Kristus.

Memberikan bantuan pelayanan-pelayanan mimbar yang relevan bagi mitra atau gereja-gereja yang membutuhkan.
02

Membangun kesadaran masyarakat yang masih terikat dengan budaya yang bertentangan dengan iman Kristen.

Menanamkan pengertian dan memberi bimbingan dalam terang firman Tuhan agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar dan bersedia melakukan perubahan
03

Memberikan bantuan dasar (makanan, pakaian, kesehatan, pendidikan) kepada masyarakat termarginal di Jawa atau luar Jawa.

Melakukan pengobatan gratis, memberi beasiswa, membagikan Alkitab dan buku rohani, membagikan makanan, dsb
04

Mendorong partisipasi umat dalam pelayanan misi melalui program relawan, dukungan dana, atau doa.

Membangun kesadaran umat akan panggilan Tuhan untuk menjadikan semua bangsa murid-Nya dan membagikan kasih-Nya
Membangkitkan kesaksian dari umat dan masyarakat mengenai panggilan Tuhan tersebut

Menjaga kelestarian lingkungan hidup.

9. Meningkatkan kesadaran umat untuk berpartisipasi menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Tujuan atau Sasaran (2):
01

Menanamkan dasar teologis agar umat memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan hidup

Menanamkan pemahaman Teologi Lingkungan
Memberikan edukasi mengenai kondisi alam dan tindakan yang dapat dilakukan untuk menjaga serta mengusahakan kelestarian lingkungan
02

Menginspirasi umat agar dapat melakukan tindakan nyata untuk menjaga dan mengusahakan kelestarian lingkungan hidup.

Mengadakan kegiatan untuk menciptakan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari
Memunculkan kebiasaan ramah lingkungan di gereja

Membangun jejaring dalam berbagai bidang.

10. Membangun jejaring dengan lingkup GKI yang lebih luas, gereja-gereja lain, yayasan-yayasan, serta komunitas lintas iman agar dapat melakukan karya bersama bagi masyarakat luas dalam berbagai bidang.

Tujuan atau Sasaran (3):
01

Membangun kemitraan strategis dengan gereja-gereja lain, yayasan, dan komunitas lintas iman untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Kerjasama dengan yayasan dan organisasi
Berkolaborasi dengan gereja lain
Keterlibatan dengan Komunitas Lintas Iman
02

Mengadakan program bersama seperti sekolah, klinik kesehatan, atau pelatihan keterampilan yang melibatkan berbagai mitra.

Mendorong umat untuk mau melakukan pelayanan bersama dengan pihak lain
Membangun kesadaran umat untuk mau menghadiri kegiatan yang dilakukan bersama pihak lain
03

Membangun toleransi dan sikap saling percaya antar gereja, antar agama, maupun dengan pemerintah dan masyarakat.

Menumbuhkan sikap saling menghargai, saling percaya, saling mendukung selama berkegiatan bersama sehingga relasi dapat terbangun lebih harmonis